
Kumis kucing tumbuh liar
di sepanjang anak sungai dan selokan atau ditanam di pekarangan sebagai
tumbuhan obat dan dapat ditemukan di daerah dataran rendah sampai ketinggian
700 m dpl.
Terna, tahunan, tumbuh tegak, tinggi 50-150 cm. Batang berkayu, segi empat agak beralur, beruas, bercabang, berambut pendek atau gundul, berakar kuat. Daun tunggal, bulat telur, elips atau memanjang, berambut halus, tepi bergerigi, ujung dan pangkal runcing, tipis, panjang 2-10 cm, lebar 1-5 cm, warnanya hijau. Bunga majemuk dalam tandan yang keluar di ujung percabangan, berwarna ungu pucat atau putih, benang sari lebih panjang dari tabung bunga. Buah berupa buah kotak, bulat telur, masih muda berwarna hijau, setelah tua berwarna hitam.
Kumis kucing dapat diperbanyak dengan biji atau setek batang.
Sifat dan Khasiat
Herba kumis kucing rasanya
manis sediit pahit, sifatnya sejuk. Berkhasiat antiradang, peluruh kencing
(diuretik), menghilangkan panas dan lembab, serta menghancurkan batu saluran
kencing.
Kandungan Kimia
Orthosiphonin glikosida,
zat samak, minyak asiri, minyak lemak, saponin, sapofonin, garam kalium,
mioinositol dan sinensetin. Kalium berkhasiat diuretik dan pelarut batu saluran
kencing, sinensetin berkhasiat antibakteri.
Bagian yang Digunakan
Bagian yang digunakan
adalah herba, baik yang segar maupun yang telah dikeringkan.
Indikasi
Herba kumis kucing
digunakan untuk pengobatan:
- Infeksi
ginjal akut dan kronis
- Infeksi
kandung kencing (sistitis)
- Kencing
batu
- Sembaba
karena timbunan cairan di jaringan (edema)
- Kencing
manis (diabetes mellitus)
- Tekanan
darah tinggi (hipertensi)
- Rematik
gout
Tidak ada komentar:
Posting Komentar